Pages

Subscribe:

Labels

Cafe Bisnis Online

about me

Foto Saya
Banda Aceh, Aceh, Indonesia
hanya mahasiswa biasa yg ingin mencoba hal baru..

Labels

Search This Blog

Rabu, 27 April 2011

Staff Klub Mancester United

Pengurus Klub

* Pemilik: Malcolm Glazer









* Presiden Direktur: Martin Edwards










Manchester United Limited

* Chairman: Joel Glazer & Avram Glazer
* Direktur: Bryan Glazer, Kevin Glazer, Edward Glazer & Darcie Glazer







* Pimpinan Eksekutif: David Gill
* Chief Operating Officer: Michael Bolingbroke
* Direktur Komersial: Richard Arnold















Klub sepak bola Manchester United

* Direktur: David Gill, Michael Edelson, Sir Bobby Charlton, Maurice Watkins
* Sekretaris Klub: Ken Ramsden
* Asisten Sekretaris Klub: Ken Merrett


Staf tim senior

* Sekretaris Perusahaan: Patrick Stewart
* Asisten Sekretaris Perusahaan: Ken Ramsden
* Direktur Komunikasi: Phil Townsend
* Direktur Komersial: Ben Hatton
* Direktur Pemasaran: vacant
* Direktur Servis Finansial: Steve Falk
* Direktur Finansial dan TI: Steve Deaville
* Direktur Fasilitas: Clive Snell


Staf kepelatihan dan medis

* Manajer: Sir Alex Ferguson









* Asisten Manajer: Mike Phelan
* Pelatih Tim Utama: René Meulensteen









* Pelatih Kiper: Eric Steele
* Pelatih Kebugaran: Tony Strudwick
* Pelatih Fisik: Mick Clegg















* Manajer Tim Cadangan: Ole Gunnar Solskjær
* Pelatih Tim Cadangan: Warren Joyce
* Pimpinan Pencari Bakat: Jim Lawlor
* Pimpinan Pencari Bakat Eropa: Martin Ferguson











* Direktur Akademi: Brian McClair
* Direktur Sepak Bola Muda: Jimmy Ryan
 













Staf Kepelatihan Akademi

* Asisten Direktur untuk usia 17–21 tahun: Paul McGuinness
* Asisten Direktur untuk usia 9–16 tahun: Tony Whelan
* Pelatih Kepala U-18: Paul McGuinness
* Pelatih Kepala U-16: Mark Dempsey
* Pelatih Kepala U-12: Tony Whelan
* Pelatih Kepala U-10: Eamon Mulvey
* Pelatih Pengembangan Teknik: René Meulensteen
* Pelatih Kiper: Richard Hartis
* Pelatih Akademi: Eddie Leach, Tommy Martin, Mike Glennie & Andy Welsh

Staf Medis

* Dokter Tim: Dr. Steve McNally
* Asisten Dokter Tim: Dr. Tony Gill
* Ahli fisioterapi Tim Utama: Rob Swire
* Ahli fisioterapi Tim Cadangan: Neil Hough
* Ahli fisioterapi Akademi Senior: Mandy Johnson
* Ahli fisioterapi Akademi: John Davin & Richard Merron
* Pemijat: Gary Armer & Rod Thornley
* Pengatur Makanan Tim: Trevor Lea

Lambang dan Warna Klub Manchester United

Ketika nama tim masih Newton Heath, seragam tim berwarna hijau-kuning. Pada tahun 1902, sehubungan dengan pergantian nama menjadi Manchester United, klub mengganti warna seragam mereka menjadi merah(kaos), putih(celana), dan hitam(kaos kaki), yang menjadi standar seragam United sampai saat ini. Pengecualian ketika tim bertanding di Final Piala FA tahun 1909 melawan Bristol City, kaos berwarna putih berkerah merah berbentuk V. Desain seragam ini kembali digunakan saat 1920-an ketika seragam tim berwarna merah-merah.

Kostum tandang biasanya adalah kaos putih, celana hitam, dan kaos kaki putih, tetap warna lain juga pernah digunakan, termasuk kaos biru bergaris putih yang digunakan dari tahun 1903 sampai 1916, hitam seluruhnya pada 1994 dan 2003 dan kaos biru dengan garis horisontal perak pada tahun 2000. Satu yang paling terkenal, hanya dipakai sebentar, kostum tandang United yang berwarna keseluruhan abu-abu dipakai pada musim 1995–96. Kostum ini tidak digunakan lagi saat United kalah pada pertandingan pertama pemakaian kostum ini. Pada babak pertama, United kalah 3-0 dari Southhampton, mereka mengganti seragam yang mereka kenakan menjadi seragam ketiga mereka yang berwarna biru-putih, tetapi pada akhirnya kalah 3–1. Seragam abu-abu tidak pernah lagi digunakan akibat hasil buruk yang mereka dapat pada pertandingan pertama dengan seragam abu-abu itu.[16][17] Seragam tandang United yang terkenal lainnya adalah kaos putih dengan lengan hitam dan garis emas-hitam. Seragam ini adalah seragam terakhir yang didesain Umbro sebelum United memilih produsen Nike, dan memperingati 100 tahun pergantian nama dari Newton Heath F.C menjadi Manchester United.


Kostum ketiga United berwarna biru, yang dikenakan pemain saat memenangkan Piala Champions 1968. Pengecualian, kostum kuning terang yang digunakan pada awal 1970-an, seragam biru bergaris putih yang dipakai 1996, dan kaos putih bergaris merah-hitam yang dipakai pada 2004. United juga menggunakan kostum ketiga untuk latihan. United mengadopsi warna kostum hitam keseluruhan pada musim 1998–99 dan kaos biru tua dengan pinggiran marun pada tahun 2001 untuk bertanding melawan Southampton dan PSV Eindhoven.

 Logo Klub Manchester United Pada Tahun 1960-1970

Lambang Manchester United telah diganti beberapa kali, tetapi perubahan yang dilakukan tidak terlalu signifikan. Setan yang terletak dibtengah lambang merupakan akar dari julukan "Setan Merah"(The Red Devils), yang muncul di era 1960-an setelah Matt Busby mendengar itu dari fans tim rugbi Salford.[18] Pada akhir 60-an, the devil had started to be included on club programmes and scarves, sebelum akhirnya lambang setan itu dimasukkan ke dalam lambang klub, memegang trisula. Di 1998, logo kembali didesain ulang, kali ini menghilangkan tulisan "Football Club".[19] Perubahan ini bertentangan dengan pendapat suporter, yang memandang bahwa United semakin menjauhi akar sepak bola dan perubahan ini hanya untuk kepentingan bisnis semata.

Tragedi Muenchen 1958

Ringkasan Peristiwa
Tanggal 6 Februari 1958
Jenis Gagal lepas landas
Lokasi Muenchen, Jerman Barat, Jerman. 48°07′34.09″N 11°40′39.98″E / 48.1261361°LU 11.6777722°BT / 48.1261361; 11.6777722
Penumpang 38
Tewas 23
Selamat 21
Jenis pesawat Airspeed AS-57 Ambassador
Operator British European Airways
Nomor ekor G-ALZU


Tragedi Muenchen 1958 terjadi di bandar udara Munich-Riem, München, Jerman pada tanggal 6 Februari 1958. Kecelakaan terjadi ketika British European Airways Penerbangan 609 jatuh pada usaha ketiganya untuk lepas landas dari kubangan lumpur yang menyelimuti landasan. Di dalam pesawat terdapat para pemain Manchester United yang bersinar kala itu , dijuluki "Busby Babes", bersama dengan sejumlah pendukung dan wartawan. 20 dari 44 orang di pesawat tewas dalam kecelakaan. Yang terluka, beberapa di antaranya sudah tak sadarkan diri, dibawa ke Rumah Sakit Rechts der Isar di Munich di mana 3 orang meninggal, sehingga yang selamat hanya 21 orang.


 Kejadian
Tim dalam perjalanan kembali dari sebuah pertandingan Piala Eropa 1957-1958 di Beograd, Yugoslavia, melawan Red Star Belgrade, tetapi harus berhenti di Munich untuk mengisi bahan bakar, sebagai akibat dari perjalanan non-stop Belgrade ke Manchester, yang di luar batas kemampuan jangkauan pesawat sekelas Airspeed Ambassador. Setelah mengisi bahan bakar, sang pilot, Kapten James Thain dan kopilot Kenneth Rayment, mencoba lepas landas maksimal dua kali, tetapi harus membatalkan kedua upaya tersebut karena gangguan di mesin. Takut bahwa mereka akan terlambat jadwal, Kapten Thain menolak menginap di Munich dan memilih melakukan upaya lepas landas untuk ketiga kalinya.
Pada saat upaya ketiga, mulai turun salju, menyebabkan lapisan lumpur di ujung landasan. Ketika pesawat menyentuh lumpur, pesawat kehilangan kecepatan, membuat pesawat tidak dapat lepas landas. Pesawat menabrak pagar dan melewati ujung landasan, sebelum sayap pesawat membentur rumah terdekat sehingga sobek. Khawatir bahwa pesawat akan meledak, Kapten Thain menyuruh para penumpang yang selamat pergi menjauh sejauh mungkin. Meskipun demikian, kiper Manchester United Harry Gregg tetap di dekat bangkai pesawat untuk menarik korban yang selamat dari reruntuhan pesawat.


Pasca-kecelakaan
Sebuah penyelidikan oleh pihak berwenang bandara Jerman Barat awalnya menyalahkan Kapten Thain untuk kecelakaan tersebut, mengklaim bahwa dia telah gagal untuk menghilangkan es yang membeku pada sayap pesawat, yang dianggap sebagai penyebab kecelakaan, meskipun pernyataan yang bertentangan muncul dari para saksi mata. Kemudian ditetapkan bahwa kecelakaan itu, pada kenyataannya, disebabkan oleh kubangan lumpur campur salju di landasan pacu, yang mengakibatkan pesawat yang tidak mampu mencapai kecepatan minimum untuk lepas landas. Nama Thain akhirnya menghilang pada tahun 1968, sepuluh tahun setelah kejadian.


Para korban tewas

Kru pesawat
  • Kaptain Kenneth "Ken" Rayment, kopilot (selamat dari kejadian tetapi mengalami cedera parah dan meninggal tiga minggu setelahnya di rumah sakit setelah mengalami gegar otak)
  • Tom Cable, pramugara

Penumpang

Pemain Manchester United
  • Geoff Bent
  • Roger Byrne
  • Eddie Colman
  • Duncan Edwards (selamat dari kecelakaan, tapi meninggal 15 hari kemudian)
  • Mark Jones
  • David Pegg
  • Tommy Taylor
  • Liam "Billy" Whelan

Staf Manchester United
  • Walter Crickmer, sekretari klub
  • Tom Curry, trainer
  • Bert Whalley, kepala pelatih

Wartawan dan Jurnalis
  • Alf Clarke, Manchester Evening Chronicle
  • Donny Davies, Manchester Guardian
  • George Follows, Daily Herald
  • Tom Jackson, Manchester Evening News
  • Archie Ledbrooke, Daily Mirror
  • Henry Rose, Daily Express
  • Frank Swift, News of the World (juga mantan kiper Inggris dan Manchester City; meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit)
  • Eric Thompson, Daily Mail

Penumpang lain
  • Bela Miklos, agen perjalanan
  • Willie Satinoff, supporter, dan teman dekat Matt Busby

7 Fakta Tentang Derby Manchester ( United vs City )

Tak hanya pertandingan kedua tim, catatan statistik pertemuan Manchester United dan Manchester City banyak bertaburan fakta menarik.
 1) Pertama kali dihelat pada 12 November 1881, saat West Gorton, tim yang menjadi cikal bakal Manchester City, menjamu Newton Heath, tim yang akan menjadi Manchester United. Hasilnya, 3-0 untuk kemenangan Heath.

2) Kemenangan terbesar diraih United saat menundukkan City 6-1 pada 23 Januari 1926. Kedua tim juga pernah sama-sama menang 5-0, City di tahun 1955 dan United di tahun 1994.

3) Rekor penonton yang menyaksikan derby Manchester terjadi pada 20 september 1947, di mana 78 ribu penonton hadir di Maine Road, kandang City.

4) Dari 159 duel, United menang 66 kali, 50 laga berakhir imbang, dan sisa 43 laga lain menjadi milik City.

5) Joe Hayes dan Francis Lee, keduanya pemain Manchester City, tercatat sebagai pemain yang paling sering mencetak gol di laga derby ini, yakni sepuluh gol. Legenda United Bobby Charlton menempati peringkat kedua dengan sembilan gol.

6) Derby Manchester tercatat pernah berlangsung di lima tempat berbeda. Selain Old Trafford dan City of Manchester, Hyde Road, Bank Street dan Maine Road pernah menjadi venue duel kedua tim ini.

7) Manchester United pernah tak memiliki kandang saat bertindak sebagai tuan rumah dalam derby Manchester ini. Hal ini terjadi pada 7 April 1948 dan 22 Januari 1949, di mana pada saat itu stadion Old Trafford masih direnovasi setelah rusak akibat Perang Dunia II. Maine Road menjadi markas sementara United pada saat itu.

Cerita singkat Javier Hernandez

 
Sebuah kisah yang mencengangkan dan menginspirasi diceritakan Javier Sr. yang merupakan ayah dari Javier Hernandez alias Chicharito, si bintang muda Manchester United. Karena ketidaksabarannya, Chicharito sempat “ngambek” dan pengen gantung sepatu di usia 20an tahun. Keluarganya tetap memberi support agar Hernandez lebih bersabar dan kini dia bisa menikmati hasil kesabarannya. Baca berita selengkapnya kisah yang sangat menginspirasi ini:
Terus mencetak gol buat Manchester United, Javier Hernandez jadi bintang baru di Old Trafford. Tak banyak yang tahu

kalau pemuda asal Meksiko itu ternyata pernah berencana pensiun dalam usia sangat dini.
Demikian diungkapkan ayah Hernandez, Javier Sr., dalam wawancaranya dengan The Sun. Striker 22 tahun yang jadi bintang baru United tersebut sempat berencana mundur dari dunia sepakbola saat masih membela Guadalajara, klub lokal di Meksiko.


Alasannya, saat itu Hernandez kesulitan menembus skuad utama Guadalajara. Terlalu lama masuk skuad nomor dua, pemuda kelahiran 1 Juni 1988 itu sempat berencana menyudahi karir sepakbolanya yang baru seumur jagung untuk selama-lamanya.

“Dia ragu kalau dirinya sendiri mampu bermain di Divisi Utama. Kami bilang padanya untuk terus bersabar, tapi sebagai
pemain muda dia masih saja tidak sabar,” kisah Javier Sr.


Meski awalnya sulit, bujukan yang dikeluarkan anggota keluarga ternyata tetap didengarkan Hernandez. Keputusan pemain berjuluk Chicharito itu untuk bertahan tebukti tak salah, setelah tampil oke di Piala Dunia 2010 dia kini jadi pahlawan baru ‘Setan Merah’.

Di musim pertamanya bersama MU, dia kini sudah melesakkan 19 gol di semua ajang. Termasuk gol penentu kemenangan 1-0 atas Everton di Premier League.

“Saya tak pernah berpikir dia akan menjadi pemain. Lalu dia mulai menjadi dewasa, dia berusia sekitar 15 tahun saat saya melihat perubahan itu terjadi padanya. Saat dia bilang dia ingin menjadi pesepakbola profesional, kami mendukungnya,” tutup Javier Sr.